Jangan Pilih yang Harganya Mahal Trik buat Pemula yang Ingin Tekuni Hobi Pelihara Ikan Cupang

Trend memelihara ikan cupang merebak di tengah situasi pandemi Covid 19. Ikan cupang jenis gaint, plakat, dan multi colour kini makin diminati masyarakat. Pangsa pasar ikan cupang meningkat drastis karena didominasi pekerja yang mencari hobi hobi baru yang bisa ditekuni di rumah.

Efron, seorang pengusaha ikan cupang menyarankan agar para pemula tidak langsung membeli ikan cupang yang mahal. Sangat disayangkan bila ikan cupang yang harganya mahal harus mati karena si pemilik tidak bisa merawatnya. Efron pertamakali membeli ikan cupang pada tahun 2017.

Saat itu Efron membeli ikan cupang rijekan Rijekan adalah istilah yang digunakan para pakar ikan cupang untuk menyebut ikan cupang yang dijual dengan harga murah. "Dulu saya juga mulainya dari ikan cupang rijekan, saya dulu beli Rp 7 ribu, itu waktu 2017," ucap Efron.

Sejak pertama beli ikan cupang, Efron sudah terpikat dengan warna warninya yang beragam. Setelahnya Efron pun makin sering beli ikan cupang, hingga akhirnya makin banyak jumlah ikan cupang yang dimilikinya di rumah. Berbekal kesenangan, Efron kian giat mencari informasi tentang jenis jenis ikan cupang di internet.

"Ternyata jenis jenisnya ada banyak sekali. Misal half moon, itu yang ekornya lebar, setengah lingkaran bisa dibilang. Setengah bulan," ucap Efron. Efron kini telah memiliki tempat penangkaran ikan cupang. Namun tempat penangkaran itu masih menggunakan lahan tambak milik seorang temannya.

Di tempat penangkaran itu Efron memelihara ikan cupang jenis gaint dan plakat. Ikan cupang jenis gaint ukurannya lebih besar dibanding jenis plakat. Ikan cupang jenis plakat umumnya seukuran jari kelingking, kira kira 3,5 cm sampai 4 cm.

Sedangkan ikan cupang jenis gaint ukurannya paling besar mencapai 7,5 cm. Ikan cupang juga memiliki beragam varian warna, ada yang jenis koi, hell boy hingga fancy (campuran atau multi colour). "Yang banyak dicari itu jenisnya sesuai ya selera pembeli. Kadang kita jual gaint dan plakat orang justru mencari jenis half moon atau jenis half wild alias cupang sawah yang tidak ada warnanya," ucap Efron.

Ikan Cupang Bisa Hidup Meski Tidak Diberi Makan Satu Minggu Efron menyebut memelihara ikan cupang bisa menjadi pilihan hobi di tengah situasi pandemi Covid 19. Ikan cupang memiliki daya tahan yang cukup baik, bahkan tidak diberi makan satu minggu pun masih bisa bertahan hidup.

"Ikan cupang kuat, tidak dikasih makan satu minggu juga masih oke (kondisinya)," kata Efron. Ikan cupang tidak bisa dipelihara menggunakan air biasa. Air yang paling bersih menurut kita, belum tentu baik untuk ikan cupang.

"Sebenarnya itu tidak bagus juga, dia mesti airnya diberi daun Ketapang kering, dicampur untuk netralisir air," ucap dia. Efran menjelaskan alasan mengepa memelihara ikan cupang harus menggunakan konsep disekat. "Mengapa ikan cupang disekat? soalnya kalau kita letakkan di satu tempat itu nanti malah berantem terus. Nanti capek juga ikan, kasihan juga," kata dia.

"Ada istilahnya memberi olahraga buat melihat ikannya berantem atau diadu, paling tidak selama tiga menit," kata dia lagi. Setelah tiga menit diadu, ikan cupang dipisahkan lagi, dikasih sekat lagi supaya tidak lelah akibat insangnya terbuka terus. Perolehan Efron dari berbisnis cupang agak meningkat. Di tengah situasi pandemi, harga ikan cupang kini sudah mahal.

Ikan cupang jenis gaint di penangkaran Efron paling mahal sekitar Rp 1 juta. Sementara jenis plakat paling mahal Rp 500 ribu. "Mahal tidaknya ikan cupang tergantung ukuran dan warna. Makin bagus warnanya, makin mahal harganya," ucap Efron.

Ikan cupang jenis gaint, lanjut Efron, terbilang yang paling laris di pasaran saat ini. Banyak orang suka cupang jenis gaint karena keunikannya. Bila dipelihara dengan baik dan dikasih makan dengan baik, maka ukurannya akan semakin besar.

"Jadi ketahuan bila dirawat dengan baik, maka ukurannya makin besar. Tapi ada juga yang suka ikan kecil kecil, tidak usah yang besar besar. Ada juga orang yang takut pegang ikan besar," pungkas Efron.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *